Jumat, 25 Juni 2010

RANCANGAN SKENARIO FILM

Bentuk Skenario Film

Bentuk skenario film yang ini adalah naratif, yang menceritakan suatu proses

atau cerita mulai dari awal sampai akhir

Penulisan Naskah

    1. Target pemirsa dan tujuan cerita

Film ini dibuat untuk memenuhi tugas besar teknologi informasi 2010 sekaligus menyampaikan pesan moral kepada penonton untuk melestarikan lingkungan hijau di sekitar kita. Di tengah maraknya isu global warming dan berbagai bencana alam sebagai akibat dari kurangnya kesadaran untuk menjaga lingkungan, film ini juga bertujuan mengajak para penonton untuk bersama-sama mencintai dan tidak merusak lingkungan karena hal itu akan merugikan kehidupan manusia.

Film ini ditargetkan untuk semua umur dan semua kalangan masyarakat khususnya di wilayah Semarang karena tujuan awalnya adalah mengajak semua orang untuk melestarikan lingkungan.

    1. Tema dan ide pokok

Tema yang kami angkat disini adalah green infrastucture atau fasilitas

Hijau. Sedangkan ide pokok dari film ini adalah Semarang Evergreen.

Pembuatan sinopsis

    1. Sinopsis umum dan tema cerita

Berbagai bencana alam dan maraknya isu pemanasan global yangmuncul akhir-akhir ini merupakan masalah yang harus diselesaikan secara bersama-sama. Munculnya masalah tersebut adalah akibat dari kurangnya kesadaran kita untuk menjaga dan merawat lingkungan. Oleh karena itu, semua pihak bertanggung jawab untuk menanggulangi masalah tersebut dan mencegah agar kejadian bencana alam yang memakan banyak korban terjadi kembali.

Namun, kenyataannya di masyarakat kesadaran untuk menjaga lingkungan masih rendah. Banyak orang terutama kalangan remaja yang dengan seenaknya merusak lingkungan seperti membuang sampah sembarangan dan merusak fasilitas hijau di kota mereka. Di tengah kondisi yang memprihatinkan tersebut, ternyata masih ada orang yang sangat peduli dengan lingkungan di sekitarnya.

Dalam film ini, diceritakan Arion, seorang mahasiswa dari daerah yang kuliah di sebuah universitas negeri di Semarang, adalah salah satu contoh orang yang masih sangat peduli dengan lingkungan sekitarnya. Dia sangat menyayangkan sikap teman-temannya yang kurang peduli akan kelestarian lingkungan. Dia selalu menasehati teman-temannya untuk membuang sampah pada tempatnya, tidak merusak tanaman, tidak mencoret-coret fasilitas umum, dan sebagainya. Karena tidak ditanggapi oleh teman-temannya, Arion memikirkan suatu cara untuk dapat menyadarkan teman-temannya betapa pentingnya melestarikan lingkungan.

    1. Sinopsis per episode

Film ini terdiri dari 4 scenes, Scene pertama bersetting di area kampus

Planologi Universitas diponegoro, disini diceritakan aktivitas Arion di kampus dan sikap teman-teman Arion yang tidak peduli pada kebersihan lingkungan. Scene 2 berlatar di kawasan Tugu Muda yang menjadi ikon kota Semarang, disini diceritakan kawasan tugu muda pada siang hari dan Malam hari, Arion menyayangkan kurangnya kesadaran pengunjung untuk menjaga keindahan kawasan tersebut. Scenes 3 berlatar di taman-taman kota di semarang seperti Taman KB dan Kawasan Simpang lima. Disini diceritakan usaha Arion untuk menyadarkan teman-temannya untuk menjaga lingkungan hijau di kota Semarang. Dan scene terakhir berisi wawancara tentang pentingnya menjaga lingkungan hijau dengan warga kota semarang yang berada di sekitar fasilitas hijau di Kota Semarang seperti di kawasan tugu muda, simpang lima, taman KB.

    1. Penokohan

· B Chandra Anggitya P : Sutradara, Cameraman, Peran pembantu.

· Meidiani L Dewi : Cameraman, Peran pembantu.

· Arion Januar P : Sebagai Arion, baik, keras kepala, sangat peduli dengan lingkungan

· Poppy Napitupulu : Sebagai Poppy, teman kampus Arion, Cerewet, bawel, suka membuang sampah sembarangan.

· Mustovia Azahro : Sebagai Ovi, teman Kampus Arion, baik, pintar bicara, sering berdebat dengan Arion.

· Aulia Dzaki : Sebagai Zaki, teman kampus Arion, pendiam, cepat emosi.

· Rizka Nurhaimi A : Pengunjung simpang lima dan taman KB,

bawel, susah diberi tahu.

· Novi : Pengunjung Simpang lima dan taman KB, Cepat emosi, cuek.

    1. Setting

Lokasi yang digunakan dalam film ini bertempat di fasilitas hijau di kota

Semarang seperti kawasan Tugu Muda, Lapangan Simpang lima, Taman KB ; di kampus Planologi, kost Arion, Dan kawasan sekitar Undip.

    1. Skrip Film

· Judul Film : Semarang Evergreen

· Episode 1-4 : Green infrastructure di Kota Semarang

· Cerita/ Skenario : B Chandra AP

· Editor : Kelompok 4

· Durasi : ± 15 menit

SKENARIO

SCENE 1

Latar : Kost Arion, kampus Planologi Undip.

Seperti biasa, Arion hari ini pergi kekampus untuk kuliah. Setelah memarkirkan kendaraannya, ia bertemu dengan temannya Poppy yang sedang berjalan. Waktu itu Poppy berjalan sambil memakan jajanan yang ia beli sebelum kekampus. Dan Arion melihat Poppy membuang sampah jajannya di sembarang tempat tanpa peduli.

Melihat hal itu Arion pun langsung menegur Poppy. Bukannya permintaan maaf atau apa, Arion malah mendapat omelan dari Poppy. Setelah berdebat kecil dengan Arion, Poppy pun langsung menuju kelas dengan wajah cemberut. Arion pun akhirnya membuang sampah yang Poppy buang ke tempat sampah. Sebelum masuk kelas Poppy bertemu dengan temannya. Teman Poppy – Ovy – menayakan kenapa wajah Poppy cemberut, tetapi Poppy tidak menjawab pertanyaan ovi. karena hal itu, Ovy pun menegur Arion karena telah membuat wajah teman baiknya itu cemberut. Kemudian terjadi keributan kecil diantara mereka, namun tidak berlangsung lama karena kemudian mereka berhenti karena dosen datang.

SCENE 2

Latar : Kawasan Tugu Muda

Pada suatu malam, Arion pergi ke Tugu Muda bersama teman-temannya. Di sana teman-teman Arion sangat menikmati suasana ramainya Tugu Muda. Namun, berbeda dengan Arion yang terus memperhatikan orang-orang di sekitarnya. Ia terus memperhatikan orang-orang yang terus membuang sampah sembarangan. Ia berpikir kenapa banyak orang membuang sampah sembarangan tanpa memikirkan akibat yang ditimbulkan dari membuang sampah sembarangan. Ia sangat menyayangkan mengapa tempat yang menjadi kebanggaan warga Semarang tidak di jaga dengan baik.

Kemudian ketika sedang berjalan, Arion terkena lemparan dari seorang wanita. Arion pun menegur wanita tersebut. Ternyata wanita tersebut bersama temannya, kemudian terjadi keributan kecil diantara meraka. Teman-teman arion yang mengetahui hal tersebut kemudian melerainya. Setelah keributan mereda, Poppy menyindir Arion karena selalu ikut campur urusan orang lain. Karena tidak terima, Arion pun pergi meninggalkan teman-temannya.

SCENE 3

Latar : Kost Arion, Kawasan Simpang Lima

Karena susah untuk menasehati teman-temannya terutama Poppy, akhirnya Arion memikirkan satu cara untuk menyadarkan mereka. Setelah berpikir beberapa saat, Arion akhirnya menemukan satu ide yang diyakini dapat menyadarkan teman-temannya. Arion pun menelpon teman-temannya untuk mengajak mereka berjalan-jalan.

Pada saat berjalan jalan, Arion sengaja mengajak mereka ke kawasan simpang lima, padahal ini adaah salah satu bagian dari rencana Arion untuk menyadarkan mereka. Pada saat mereka sedang bersantai, Arion menunjuk seorang penyapu jalanan yang sedang membersihkan kawasan simpang lima. Arion memberi tahu teman-temannya bahwa sebenarnya kita dapat meringankan beban penyapu jalan tersebut jika kita menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan kita. Tetapi teman-temannya tetap saja menyangkal dengan alasan itu memang pekerjaannya.

Pada saat berdebat kecil, tiba-tiba Arion terkena lemparan kulit pisang. Arion pun mencari darimana arah lemparan tersebut. Ternyata sampah tersebut berasal dari wanita yang tempo hari bertemu di Tugu Muda. Arion pun kembali menegurnya, bukannya meminta maaf, tetapi wanita tersebut malahan menyalahkan Arion yang selalu ikut campur urusan orang lain. Di tengah keributan tersebut, tiba-tiba penyapu jalan tadi terjatuh. Kemudian mereka seketika menghampiri orang tersebut. Teryata orang tersebut kecapekan karena terlalu banyak sampah yang harus dibersihkan. Dia menyayangkan mengapa orang-orang kurang peduli dengan kebersihan dan kelestarian lingkungannya. Padahal, jika orang-orang mau menjaga lingkungannya maka bukan hanya meringankan pekerjaan orang-orang sepertinya, tetapi juga membuat lingkungan lebih indah dan mencegah berbagai bencana alam. Mereka semua pun terdiam mendengar penjelasan penyapu jalan tersebut, sementara Arion hanya tersenyum karena Penyapu jalan itu adalah orang suruhannya yang sedang berakting.

Di lain hari, Arion berangkat kuliah seperti biasanya. Setelah memarkirkan motor, arion berjalan menuju kelas. Di tengah jalan dia melihat Poppy sedang makan jajanan seperti basannya. Namun, Poppy membuang bungkus jajanan tadi ke tempat sampah tanpa ada yang menyurh. Melihat hal itu, Arion pun tersenyum puas karena usaha untuk menyadarkan teman-temannya berhasil.

SCENE 4

Latar : Kawasan Simpan Lima, Kawasan Tugu Muda, Sekitar Kampus Undip

Scene 4 berisi petikan wawancara kami dengan beberapanarasumber tentang Green Infrastucture di wilayah Kota Semarang. Wawancara tersebut berisi informasi sebenarnya di mata masyarakat tentang kelestarian Green Infrastructure di Kota Semarang sekaligus saran dari mereka untuk menjadikan Green Infrastructure di kota Semarang menjadi lebih baik di masa yang akan datang.

-TAMAT-

RANCANGAN SKENARIO FILM

Bentuk Skenario Film

Bentuk skenario film yang ini adalah naratif, yang menceritakan suatu proses

atau cerita mulai dari awal sampai akhir

Penulisan Naskah

    1. Target pemirsa dan tujuan cerita

Film ini dibuat untuk memenuhi tugas besar teknologi informasi 2010 sekaligus menyampaikan pesan moral kepada penonton untuk melestarikan lingkungan hijau di sekitar kita. Di tengah maraknya isu global warming dan berbagai bencana alam sebagai akibat dari kurangnya kesadaran untuk menjaga lingkungan, film ini juga bertujuan mengajak para penonton untuk bersama-sama mencintai dan tidak merusak lingkungan karena hal itu akan merugikan kehidupan manusia.

Film ini ditargetkan untuk semua umur dan semua kalangan masyarakat khususnya di wilayah Semarang karena tujuan awalnya adalah mengajak semua orang untuk melestarikan lingkungan.

    1. Tema dan ide pokok

Tema yang kami angkat disini adalah green infrastucture atau fasilitas

Hijau. Sedangkan ide pokok dari film ini adalah Semarang Evergreen.

Pembuatan sinopsis

    1. Sinopsis umum dan tema cerita

Berbagai bencana alam dan maraknya isu pemanasan global yangmuncul akhir-akhir ini merupakan masalah yang harus diselesaikan secara bersama-sama. Munculnya masalah tersebut adalah akibat dari kurangnya kesadaran kita untuk menjaga dan merawat lingkungan. Oleh karena itu, semua pihak bertanggung jawab untuk menanggulangi masalah tersebut dan mencegah agar kejadian bencana alam yang memakan banyak korban terjadi kembali.

Namun, kenyataannya di masyarakat kesadaran untuk menjaga lingkungan masih rendah. Banyak orang terutama kalangan remaja yang dengan seenaknya merusak lingkungan seperti membuang sampah sembarangan dan merusak fasilitas hijau di kota mereka. Di tengah kondisi yang memprihatinkan tersebut, ternyata masih ada orang yang sangat peduli dengan lingkungan di sekitarnya.

Dalam film ini, diceritakan Arion, seorang mahasiswa dari daerah yang kuliah di sebuah universitas negeri di Semarang, adalah salah satu contoh orang yang masih sangat peduli dengan lingkungan sekitarnya. Dia sangat menyayangkan sikap teman-temannya yang kurang peduli akan kelestarian lingkungan. Dia selalu menasehati teman-temannya untuk membuang sampah pada tempatnya, tidak merusak tanaman, tidak mencoret-coret fasilitas umum, dan sebagainya. Karena tidak ditanggapi oleh teman-temannya, Arion memikirkan suatu cara untuk dapat menyadarkan teman-temannya betapa pentingnya melestarikan lingkungan.

    1. Sinopsis per episode

Film ini terdiri dari 4 scenes, Scene pertama bersetting di area kampus

Planologi Universitas diponegoro, disini diceritakan aktivitas Arion di kampus dan sikap teman-teman Arion yang tidak peduli pada kebersihan lingkungan. Scene 2 berlatar di kawasan Tugu Muda yang menjadi ikon kota Semarang, disini diceritakan kawasan tugu muda pada siang hari dan Malam hari, Arion menyayangkan kurangnya kesadaran pengunjung untuk menjaga keindahan kawasan tersebut. Scenes 3 berlatar di taman-taman kota di semarang seperti Taman KB dan Kawasan Simpang lima. Disini diceritakan usaha Arion untuk menyadarkan teman-temannya untuk menjaga lingkungan hijau di kota Semarang. Dan scene terakhir berisi wawancara tentang pentingnya menjaga lingkungan hijau dengan warga kota semarang yang berada di sekitar fasilitas hijau di Kota Semarang seperti di kawasan tugu muda, simpang lima, taman KB.

    1. Penokohan

· B Chandra Anggitya P : Sutradara, Cameraman, Peran pembantu.

· Meidiani L Dewi : Cameraman, Peran pembantu.

· Arion Januar P : Sebagai Arion, baik, keras kepala, sangat peduli dengan lingkungan

· Poppy Napitupulu : Sebagai Poppy, teman kampus Arion, Cerewet, bawel, suka membuang sampah sembarangan.

· Mustovia Azahro : Sebagai Ovi, teman Kampus Arion, baik, pintar bicara, sering berdebat dengan Arion.

· Aulia Dzaki : Sebagai Zaki, teman kampus Arion, pendiam, cepat emosi.

· Rizka Nurhaimi A : Pengunjung simpang lima dan taman KB,

bawel, susah diberi tahu.

· Novi : Pengunjung Simpang lima dan taman KB, Cepat emosi, cuek.

    1. Setting

Lokasi yang digunakan dalam film ini bertempat di fasilitas hijau di kota

Semarang seperti kawasan Tugu Muda, Lapangan Simpang lima, Taman KB ; di kampus Planologi, kost Arion, Dan kawasan sekitar Undip.

    1. Skrip Film

· Judul Film : Semarang Evergreen

· Episode 1-4 : Green infrastructure di Kota Semarang

· Cerita/ Skenario : B Chandra AP

· Editor : Kelompok 4

· Durasi : ± 15 menit

SKENARIO

SCENE 1

Latar : Kost Arion, kampus Planologi Undip.

Seperti biasa, Arion hari ini pergi kekampus untuk kuliah. Setelah memarkirkan kendaraannya, ia bertemu dengan temannya Poppy yang sedang berjalan. Waktu itu Poppy berjalan sambil memakan jajanan yang ia beli sebelum kekampus. Dan Arion melihat Poppy membuang sampah jajannya di sembarang tempat tanpa peduli.

Melihat hal itu Arion pun langsung menegur Poppy. Bukannya permintaan maaf atau apa, Arion malah mendapat omelan dari Poppy. Setelah berdebat kecil dengan Arion, Poppy pun langsung menuju kelas dengan wajah cemberut. Arion pun akhirnya membuang sampah yang Poppy buang ke tempat sampah. Sebelum masuk kelas Poppy bertemu dengan temannya. Teman Poppy – Ovy – menayakan kenapa wajah Poppy cemberut, tetapi Poppy tidak menjawab pertanyaan ovi. karena hal itu, Ovy pun menegur Arion karena telah membuat wajah teman baiknya itu cemberut. Kemudian terjadi keributan kecil diantara mereka, namun tidak berlangsung lama karena kemudian mereka berhenti karena dosen datang.

SCENE 2

Latar : Kawasan Tugu Muda

Pada suatu malam, Arion pergi ke Tugu Muda bersama teman-temannya. Di sana teman-teman Arion sangat menikmati suasana ramainya Tugu Muda. Namun, berbeda dengan Arion yang terus memperhatikan orang-orang di sekitarnya. Ia terus memperhatikan orang-orang yang terus membuang sampah sembarangan. Ia berpikir kenapa banyak orang membuang sampah sembarangan tanpa memikirkan akibat yang ditimbulkan dari membuang sampah sembarangan. Ia sangat menyayangkan mengapa tempat yang menjadi kebanggaan warga Semarang tidak di jaga dengan baik.

Kemudian ketika sedang berjalan, Arion terkena lemparan dari seorang wanita. Arion pun menegur wanita tersebut. Ternyata wanita tersebut bersama temannya, kemudian terjadi keributan kecil diantara meraka. Teman-teman arion yang mengetahui hal tersebut kemudian melerainya. Setelah keributan mereda, Poppy menyindir Arion karena selalu ikut campur urusan orang lain. Karena tidak terima, Arion pun pergi meninggalkan teman-temannya.

SCENE 3

Latar : Kost Arion, Kawasan Simpang Lima

Karena susah untuk menasehati teman-temannya terutama Poppy, akhirnya Arion memikirkan satu cara untuk menyadarkan mereka. Setelah berpikir beberapa saat, Arion akhirnya menemukan satu ide yang diyakini dapat menyadarkan teman-temannya. Arion pun menelpon teman-temannya untuk mengajak mereka berjalan-jalan.

Pada saat berjalan jalan, Arion sengaja mengajak mereka ke kawasan simpang lima, padahal ini adaah salah satu bagian dari rencana Arion untuk menyadarkan mereka. Pada saat mereka sedang bersantai, Arion menunjuk seorang penyapu jalanan yang sedang membersihkan kawasan simpang lima. Arion memberi tahu teman-temannya bahwa sebenarnya kita dapat meringankan beban penyapu jalan tersebut jika kita menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan kita. Tetapi teman-temannya tetap saja menyangkal dengan alasan itu memang pekerjaannya.

Pada saat berdebat kecil, tiba-tiba Arion terkena lemparan kulit pisang. Arion pun mencari darimana arah lemparan tersebut. Ternyata sampah tersebut berasal dari wanita yang tempo hari bertemu di Tugu Muda. Arion pun kembali menegurnya, bukannya meminta maaf, tetapi wanita tersebut malahan menyalahkan Arion yang selalu ikut campur urusan orang lain. Di tengah keributan tersebut, tiba-tiba penyapu jalan tadi terjatuh. Kemudian mereka seketika menghampiri orang tersebut. Teryata orang tersebut kecapekan karena terlalu banyak sampah yang harus dibersihkan. Dia menyayangkan mengapa orang-orang kurang peduli dengan kebersihan dan kelestarian lingkungannya. Padahal, jika orang-orang mau menjaga lingkungannya maka bukan hanya meringankan pekerjaan orang-orang sepertinya, tetapi juga membuat lingkungan lebih indah dan mencegah berbagai bencana alam. Mereka semua pun terdiam mendengar penjelasan penyapu jalan tersebut, sementara Arion hanya tersenyum karena Penyapu jalan itu adalah orang suruhannya yang sedang berakting.

Di lain hari, Arion berangkat kuliah seperti biasanya. Setelah memarkirkan motor, arion berjalan menuju kelas. Di tengah jalan dia melihat Poppy sedang makan jajanan seperti basannya. Namun, Poppy membuang bungkus jajanan tadi ke tempat sampah tanpa ada yang menyurh. Melihat hal itu, Arion pun tersenyum puas karena usaha untuk menyadarkan teman-temannya berhasil.

SCENE 4

Latar : Kawasan Simpan Lima, Kawasan Tugu Muda, Sekitar Kampus Undip

Scene 4 berisi petikan wawancara kami dengan beberapanarasumber tentang Green Infrastucture di wilayah Kota Semarang. Wawancara tersebut berisi informasi sebenarnya di mata masyarakat tentang kelestarian Green Infrastructure di Kota Semarang sekaligus saran dari mereka untuk menjadikan Green Infrastructure di kota Semarang menjadi lebih baik di masa yang akan datang.

-TAMAT-

RANCANGAN SKENARIO FILM

Bentuk Skenario Film

Bentuk skenario film yang ini adalah naratif, yang menceritakan suatu proses

atau cerita mulai dari awal sampai akhir

Penulisan Naskah

    1. Target pemirsa dan tujuan cerita

Film ini dibuat untuk memenuhi tugas besar teknologi informasi 2010 sekaligus menyampaikan pesan moral kepada penonton untuk melestarikan lingkungan hijau di sekitar kita. Di tengah maraknya isu global warming dan berbagai bencana alam sebagai akibat dari kurangnya kesadaran untuk menjaga lingkungan, film ini juga bertujuan mengajak para penonton untuk bersama-sama mencintai dan tidak merusak lingkungan karena hal itu akan merugikan kehidupan manusia.

Film ini ditargetkan untuk semua umur dan semua kalangan masyarakat khususnya di wilayah Semarang karena tujuan awalnya adalah mengajak semua orang untuk melestarikan lingkungan.

    1. Tema dan ide pokok

Tema yang kami angkat disini adalah green infrastucture atau fasilitas

Hijau. Sedangkan ide pokok dari film ini adalah Semarang Evergreen.

Pembuatan sinopsis

    1. Sinopsis umum dan tema cerita

Berbagai bencana alam dan maraknya isu pemanasan global yangmuncul akhir-akhir ini merupakan masalah yang harus diselesaikan secara bersama-sama. Munculnya masalah tersebut adalah akibat dari kurangnya kesadaran kita untuk menjaga dan merawat lingkungan. Oleh karena itu, semua pihak bertanggung jawab untuk menanggulangi masalah tersebut dan mencegah agar kejadian bencana alam yang memakan banyak korban terjadi kembali.

Namun, kenyataannya di masyarakat kesadaran untuk menjaga lingkungan masih rendah. Banyak orang terutama kalangan remaja yang dengan seenaknya merusak lingkungan seperti membuang sampah sembarangan dan merusak fasilitas hijau di kota mereka. Di tengah kondisi yang memprihatinkan tersebut, ternyata masih ada orang yang sangat peduli dengan lingkungan di sekitarnya.

Dalam film ini, diceritakan Arion, seorang mahasiswa dari daerah yang kuliah di sebuah universitas negeri di Semarang, adalah salah satu contoh orang yang masih sangat peduli dengan lingkungan sekitarnya. Dia sangat menyayangkan sikap teman-temannya yang kurang peduli akan kelestarian lingkungan. Dia selalu menasehati teman-temannya untuk membuang sampah pada tempatnya, tidak merusak tanaman, tidak mencoret-coret fasilitas umum, dan sebagainya. Karena tidak ditanggapi oleh teman-temannya, Arion memikirkan suatu cara untuk dapat menyadarkan teman-temannya betapa pentingnya melestarikan lingkungan.

    1. Sinopsis per episode

Film ini terdiri dari 4 scenes, Scene pertama bersetting di area kampus

Planologi Universitas diponegoro, disini diceritakan aktivitas Arion di kampus dan sikap teman-teman Arion yang tidak peduli pada kebersihan lingkungan. Scene 2 berlatar di kawasan Tugu Muda yang menjadi ikon kota Semarang, disini diceritakan kawasan tugu muda pada siang hari dan Malam hari, Arion menyayangkan kurangnya kesadaran pengunjung untuk menjaga keindahan kawasan tersebut. Scenes 3 berlatar di taman-taman kota di semarang seperti Taman KB dan Kawasan Simpang lima. Disini diceritakan usaha Arion untuk menyadarkan teman-temannya untuk menjaga lingkungan hijau di kota Semarang. Dan scene terakhir berisi wawancara tentang pentingnya menjaga lingkungan hijau dengan warga kota semarang yang berada di sekitar fasilitas hijau di Kota Semarang seperti di kawasan tugu muda, simpang lima, taman KB.

    1. Penokohan

· B Chandra Anggitya P : Sutradara, Cameraman, Peran pembantu.

· Meidiani L Dewi : Cameraman, Peran pembantu.

· Arion Januar P : Sebagai Arion, baik, keras kepala, sangat peduli dengan lingkungan

· Poppy Napitupulu : Sebagai Poppy, teman kampus Arion, Cerewet, bawel, suka membuang sampah sembarangan.

· Mustovia Azahro : Sebagai Ovi, teman Kampus Arion, baik, pintar bicara, sering berdebat dengan Arion.

· Aulia Dzaki : Sebagai Zaki, teman kampus Arion, pendiam, cepat emosi.

· Rizka Nurhaimi A : Pengunjung simpang lima dan taman KB,

bawel, susah diberi tahu.

· Novi : Pengunjung Simpang lima dan taman KB, Cepat emosi, cuek.

    1. Setting

Lokasi yang digunakan dalam film ini bertempat di fasilitas hijau di kota

Semarang seperti kawasan Tugu Muda, Lapangan Simpang lima, Taman KB ; di kampus Planologi, kost Arion, Dan kawasan sekitar Undip.

    1. Skrip Film

· Judul Film : Semarang Evergreen

· Episode 1-4 : Green infrastructure di Kota Semarang

· Cerita/ Skenario : B Chandra AP

· Editor : Kelompok 4

· Durasi : ± 15 menit

SKENARIO

SCENE 1

Latar : Kost Arion, kampus Planologi Undip.

Seperti biasa, Arion hari ini pergi kekampus untuk kuliah. Setelah memarkirkan kendaraannya, ia bertemu dengan temannya Poppy yang sedang berjalan. Waktu itu Poppy berjalan sambil memakan jajanan yang ia beli sebelum kekampus. Dan Arion melihat Poppy membuang sampah jajannya di sembarang tempat tanpa peduli.

Melihat hal itu Arion pun langsung menegur Poppy. Bukannya permintaan maaf atau apa, Arion malah mendapat omelan dari Poppy. Setelah berdebat kecil dengan Arion, Poppy pun langsung menuju kelas dengan wajah cemberut. Arion pun akhirnya membuang sampah yang Poppy buang ke tempat sampah. Sebelum masuk kelas Poppy bertemu dengan temannya. Teman Poppy – Ovy – menayakan kenapa wajah Poppy cemberut, tetapi Poppy tidak menjawab pertanyaan ovi. karena hal itu, Ovy pun menegur Arion karena telah membuat wajah teman baiknya itu cemberut. Kemudian terjadi keributan kecil diantara mereka, namun tidak berlangsung lama karena kemudian mereka berhenti karena dosen datang.

SCENE 2

Latar : Kawasan Tugu Muda

Pada suatu malam, Arion pergi ke Tugu Muda bersama teman-temannya. Di sana teman-teman Arion sangat menikmati suasana ramainya Tugu Muda. Namun, berbeda dengan Arion yang terus memperhatikan orang-orang di sekitarnya. Ia terus memperhatikan orang-orang yang terus membuang sampah sembarangan. Ia berpikir kenapa banyak orang membuang sampah sembarangan tanpa memikirkan akibat yang ditimbulkan dari membuang sampah sembarangan. Ia sangat menyayangkan mengapa tempat yang menjadi kebanggaan warga Semarang tidak di jaga dengan baik.

Kemudian ketika sedang berjalan, Arion terkena lemparan dari seorang wanita. Arion pun menegur wanita tersebut. Ternyata wanita tersebut bersama temannya, kemudian terjadi keributan kecil diantara meraka. Teman-teman arion yang mengetahui hal tersebut kemudian melerainya. Setelah keributan mereda, Poppy menyindir Arion karena selalu ikut campur urusan orang lain. Karena tidak terima, Arion pun pergi meninggalkan teman-temannya.

SCENE 3

Latar : Kost Arion, Kawasan Simpang Lima

Karena susah untuk menasehati teman-temannya terutama Poppy, akhirnya Arion memikirkan satu cara untuk menyadarkan mereka. Setelah berpikir beberapa saat, Arion akhirnya menemukan satu ide yang diyakini dapat menyadarkan teman-temannya. Arion pun menelpon teman-temannya untuk mengajak mereka berjalan-jalan.

Pada saat berjalan jalan, Arion sengaja mengajak mereka ke kawasan simpang lima, padahal ini adaah salah satu bagian dari rencana Arion untuk menyadarkan mereka. Pada saat mereka sedang bersantai, Arion menunjuk seorang penyapu jalanan yang sedang membersihkan kawasan simpang lima. Arion memberi tahu teman-temannya bahwa sebenarnya kita dapat meringankan beban penyapu jalan tersebut jika kita menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan kita. Tetapi teman-temannya tetap saja menyangkal dengan alasan itu memang pekerjaannya.

Pada saat berdebat kecil, tiba-tiba Arion terkena lemparan kulit pisang. Arion pun mencari darimana arah lemparan tersebut. Ternyata sampah tersebut berasal dari wanita yang tempo hari bertemu di Tugu Muda. Arion pun kembali menegurnya, bukannya meminta maaf, tetapi wanita tersebut malahan menyalahkan Arion yang selalu ikut campur urusan orang lain. Di tengah keributan tersebut, tiba-tiba penyapu jalan tadi terjatuh. Kemudian mereka seketika menghampiri orang tersebut. Teryata orang tersebut kecapekan karena terlalu banyak sampah yang harus dibersihkan. Dia menyayangkan mengapa orang-orang kurang peduli dengan kebersihan dan kelestarian lingkungannya. Padahal, jika orang-orang mau menjaga lingkungannya maka bukan hanya meringankan pekerjaan orang-orang sepertinya, tetapi juga membuat lingkungan lebih indah dan mencegah berbagai bencana alam. Mereka semua pun terdiam mendengar penjelasan penyapu jalan tersebut, sementara Arion hanya tersenyum karena Penyapu jalan itu adalah orang suruhannya yang sedang berakting.

Di lain hari, Arion berangkat kuliah seperti biasanya. Setelah memarkirkan motor, arion berjalan menuju kelas. Di tengah jalan dia melihat Poppy sedang makan jajanan seperti basannya. Namun, Poppy membuang bungkus jajanan tadi ke tempat sampah tanpa ada yang menyurh. Melihat hal itu, Arion pun tersenyum puas karena usaha untuk menyadarkan teman-temannya berhasil.

SCENE 4

Latar : Kawasan Simpan Lima, Kawasan Tugu Muda, Sekitar Kampus Undip

Scene 4 berisi petikan wawancara kami dengan beberapanarasumber tentang Green Infrastucture di wilayah Kota Semarang. Wawancara tersebut berisi informasi sebenarnya di mata masyarakat tentang kelestarian Green Infrastructure di Kota Semarang sekaligus saran dari mereka untuk menjadikan Green Infrastructure di kota Semarang menjadi lebih baik di masa yang akan datang.

-TAMAT-

Rabu, 23 Juni 2010


Picture of Green Infrastructure


GREEN INFRASTRUCTURE

Jakarta, Semarang, Surabaya, Samarinda, Makassar, dan kota-kota pesisir di Nusantara terancam bencana iklim. Jakarta, Dhaka, dan Manila adalah kota-kota yang berada pada peringkat teratas di antara 11 kota besar di Asia yang rawan terkena dampak perubahan iklim.

Di dalam pembangunan kota dikenal prasarana infrastruktur kota atau infrastruktur abu-abu berupa jalan raya, jaringan drainase, jaringan listrik, dan infrastruktur sosial (rumah sakit dan sekolah). Kini, di era pemanasan global dan perubahan iklim, konsep pembangunan kota berkelanjutan dikenal infrastruktur hijau kota (urban green infrastructure).

Infrastruktur hijau didefinisikan sebagai An interconected network of green space that conserves natural ecosystem values and functions and provides associated benefits to human population (Green Infrastructure: Smart Conservation for the 21st Century, 2001).

Dari sudut pandang ini, infrastruktur hijau merupakan kerangka ekologis untuk keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi, sebagai sistem kehidupan alami yang berkelanjutan. Infrastruktur hijau merupakan jaringan ruang terbuka hijau (RTH) kota untuk melindungi nilai dan fungsi ekosistem alami yang dapat memberikan dukungan kepada kehidupan manusia.

Sebagai contoh, apabila pemerintah telah membangun infrastruktur jaringan air bersih untuk kebutuhan air masyarakat, jaringan RTH dapat memasok oksigen (O) yang sangat diperlukan warga. Demikian pula apabila pemerintah telah membangun jaringan infrastruktur penanggulangan limbah cair ataupun padat agar terhindar dari pencemaran yang berdampak negatif bagi warga, dengan adanya jaringan RTH dapat menetralisir dampak pencemaran udara, terutama penyerapan karbon dioksida (CO), sekaligus menekan emisi karbon pemicu pemanasan bumi.

Infrastruktur hijau merupakan jaringan yang saling berhubungan antara sungai, lahan basah, hutan, habitat kehidupan liar, dan daerah alami di wilayah perkotaan; jalur hijau, kawasan hijau, dan daerah konservasi; daerah pertanian, perkebunan, dan berbagai jenis RTH lain, seperti taman-taman kota. Pengembangan infrastruktur hijau dapat mendukung kehidupan warga, menjaga proses ekologis, keberlanjutan sumber daya air dan udara bersih, serta memberikan sumbangan kepada kesehatan dan kenyamanan warga kota (liveable cities).

Infrastruktur hijau merupakan jaringan terpadu dari berbagai jenis RTH, terdiri dari area (hub) dan jalur (link).

Suatu RTH berbentuk area hijau dengan berbagai bentuk dan ukuran, seperti RTH dengan luasan tertentu, seperti taman kota, pemakaman, situ/telaga/danau, hutan kota, dan hutan lindung yang berfungsi sebagai habitat satwa liar dan proses ekologis.

Ruang terbuka hijau yang berbentuk jalur atau koridor, seperti jalur hijau jalan, sempadan sungai, tepian rel kereta api, saluran udara tegangan tinggi, dan pantai, merupakan penghubung (urban park connector) area-area hijau untuk membentuk sistem jaringan RTH kota.

Infrastruktur hijau dapat digunakan sebagai pengendali perkembangan kota agar tidak terjadi peluberan kota (urban sprawl) karena kawasan ataupun jalur yang telah ditetapkan sebagai RTH (mestinya) tidak dapat dikonversi ke fungsi lain.

Prinsip dasar

Penerapan infrastruktur hijau perlu memerhatikan prinsip-prinsip dasar agar tercapai berbagai fungsi ekologis yang diembannya untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Hal ini sesuai gagasan utama KTT Bumi dan Konferensi Perubahan Iklim, yaitu adanya ”kebutuhan” dan ”keterbatasan”.

Keterhubungan (linkages) antarkawasan RTH dengan jalur dan koridor hijau merupakan kunci keberhasilan infrastruktur hijau kota. Keterhubungan antar-ruang hijau, baik area maupun jalur hijau, merupakan strategi dalam menanggulangi degradasi lingkungan kota, seperti banjir, rob, longsor, krisis air tanah, pemanasan lingkungan kota, meningkatnya pencemaran udara, rusaknya habitat satwa liar, dan kerusakan lingkungan lainnya.

Infrastruktur hijau harus diintegrasikan dengan rencana pembangunan infrastruktur kota, seperti pembangunan jalan, drainase, dan prasarana lain, termasuk keterkaitan dengan infrastruktur antarkota pada skala wilayah, metropolitan, ataupun megalopolitan.

Implementasi infrastruktur hijau dijabarkan dalam pola pemanfaatan ruang. Pola Pengamanan Ekologis yang Komprehensif (Comprehensive Ecological Security Pattern) merupakan pola ruang kota yang berkaitan dengan infrastruktur hijau (Wang, Chen, Yang dalam ISOCARP Congress ke-44, 2008).

Pola pengamanan ekologis (Ecological Security Pattern/ ESP) untuk setiap kota bisa berbeda bergantung pada permasalahan lingkungan kotanya. Pola pengamanan ekologis kota terdiri dari pola pengamanan terhadap masalah air dan banjir, udara, bencana geologis, keanekaragaman hayati, warisan budaya, dan rekreasi.

Pola pengamanan air dan banjir (flood and stormwater security pattern) berhubungan dengan proses-proses hidrologis, seperti aliran permukaan (run off), daerah resapan air (infiltration), dan daerah tangkapan air hujan (catchment area).

Diperlukan data aliran air permukaan, seperti sungai, waduk, situ, dan daerah genangan air pada waktu hujan. Tujuannya adalah untuk menyusun pola RTH pengendalian banjir, yaitu dengan menentukan daerah-daerah yang tidak boleh dibangun untuk fungsi konservasi dan preservasi agar proses-proses hidrologis tetap dapat berlangsung.

Pola pengamanan udara (air security pattern) berhubungan dengan upaya peningkatan kualitas udara agar udara kota tetap segar, tidak tercemar, dan sehat untuk warga. Kawasan dengan potensi pencemaran udara tinggi menjadi prioritas dalam penyediaan RTH untuk mengendalikan pencemaran udara, terutama sektor transportasi. Jalur hijau jalan dan kawasan industri menjadi fokus utama penentuan pola RTH kota.

Pola pengamanan bencana geologis (geological disaster security pattern) berhubungan dengan pengendalian daerah-daerah yang rawan longsor, amblesan muka tanah (land/surface subsidence), daerah patahan geologi, dan daerah rawan bencana geologis lainnya.

Pola pengamanan keanekaragaman hayati (biodiversity security pattern) berhubungan dengan konservasi berbagai spesies dan habitat tempat mereka bisa hidup. Kesesuaian lahan untuk habitat berbagai spesies dan penentuan kawasan yang harus dikonservasi merupakan fokus utama agar penataan ruang kota tetap memberi peluang keanekaragaman biologis.

Pola pengamanan warisan budaya (cultural heritage security pattern) berhubungan dengan konservasi situs budaya (heritage site), seperti bangunan cagar budaya dan kawasan lanskap cagar budaya (landscape heritage). Kawasan atau tempat yang bernilai budaya tinggi perlu dicagar dan dikonservasi agar tak habis dilanda pembangunan fisik yang akan mengubah wajah lanskap.

Pola pengamanan rekreasi (recreational security pattern) berhubungan dengan tempat- tempat yang mempunyai fungsi sosial dan nilai rekreasi bagi warga kota. Taman kota, taman lingkungan, taman rekreasi, taman pemakaman, kawasan dengan pemandangan indah, kawasan dengan fitur alam yang unik, dan lanskap vernakular merupakan daerah-daerah yang perlu diamankan dari pembangunan kota.

Penggabungan peta-peta pola pengamanan ekologis secara komprehensif dalam peta Geographic Information System (GIS) telah dilakukan di beberapa kota di dunia, seperti Beijing, Melbourne, Sydney, Singapura, dan London. Semoga kota kita juga dapat segera membangun infrastruktur hijau.